Ekonomi politik globalisasi memang merujuk pada adanya perdagangan bebas. Dimana arus jual beli barang dan jasa yang melewati batasan negara tidak dihambat dengan tariff dan non-tariff dan campur tangan pemerintah sehingga perdagangan pun dapat efeisen dan efektif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Konsep ini berkaitan dengan konsep liberal.
Memang dampak positif dari globalisasi ini sangat banyak. Globalisasi akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan perdagangan serta uang yang mengalir. Akan tetapi banyak hal yang perlu dikritisi dan banyak orang yang menentang konsep ini.
Liberalisasi ekonomi dan globalisasi akan memacu pertumbuhan ekonomi. Memang hal tersebut berdampak positif pada negara-negara maju, tetapi di negara berkembang sistem tersebut hanya dapat memberikan kesenjangan sosial karena ketidakmerataan.
Globalisasi akan membantu negara berkembang meningkatkan ekspor. Akan tetapi yang muncul ialah ketidakmampuan negara berkembang dengan negara maju yang notabene lebih mampu dan dapat mengeluarkan barang dengan harga murah.
Globalisasi dapat meningkatkan lapangan kerja. Akan tetapi faktanya ialah banyak perusahaan-perusahaan yang tidak begitu banyak menyerap tenaga kerja.
Globalisasi akan membantu mengurangi eksploitasi tenaga kerja wanita dan anak-anak. Akan tetapi, banyak di negara berkembang pengeksploitasian buruh wanita dan anak2 dengan presentase yang begitu besar karena dianggap bahwa buruh wanita dan anak-anak dapat dibayar murah atau dibawah UMR.
Hal tersebut memang disebabkan oleh sistem. Sistem tersebut berdampak pada hal yang negatif seperti persaingan tidak sehat, upaya monopoli, dan pengaruh negara maju di negara-negara berkembang.
Dampak Globalisasi Ekonomi terhadap Negara
Ada hal yang menarik dari dampak globalisasi ekonomi terhadap negara dimana hal tersebut akan mematikan demokrasi. Dimana terdapat sebuah indikasi bahwa pemimpin negara lebih senang untuk melayani investor asing dan global demi menarik investor tersebut untuk berinvestasi di negaranya dibandingkan dengan melayani masyarakat di negaranya. Biasanya bentuk layanannya ialah dengan peringanan pajak, buruh yang murah yang siap dieksploitasi.
Memang dari hal tersebut, dibutuhkan suatu yang bernama kemandirian serta proteksi. Kemandirian ekonomi adalah ciri suatu bangsa yang maju, memang sulit untuk dilakukan tetapi kemandirian adalah bentuk dari kemerdekaan secara ekonomi dan sosial. Serta proteksi bisa disebut menjadi sebuah ajang pemantapan dalam waktu tertentu agar suatu bangsa dapat bisa bersaing dalam globalisasi bukan tenggelam dalam globalisasi.
Menghapus globalisasi ini sulit rasanya, karena hal tersebut telah menjadi sebuah sistem yang terstruktur. Dan hal yang urgent untuk mengatasi hal ini ialah mempersiapkan diri serta memandirikan diri bangsa.